LAPORAN IMPLEMENTASI KEAMANAN SISTEM INFORMASI PADA WINDOWS SERVER 2003

shares |

 Pada praktikum ini dilakukan implementasi keamanan sistem informasi pada Windows Server 2003 sebagai web server. Kegiatan meliputi implementasi Apache Web Server, konfigurasi Virtual Hard Disk (VHD), migrasi database MySQL, pengamanan autentikasi menggunakan enkripsi MD5, serta validasi integritas halaman web. Seluruh proses dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan keandalan server.

 

1. Implementasi Apache Web Server

Mengimplementasikan Apache Web Server agar aplikasi berbasis PHP dapat dijalankan pada Windows Server.

Langkah-langkah

1. Menyalin folder aplikasi yang diberikan dosen ke direktori web server (htdocs/www).

2. Memastikan service Apache telah berjalan.

3. Membuka browser pada Windows Server.

4. Mengakses alamat http://localhost untuk memastikan aplikasi dapat dijalankan.

Hasil :

Aplikasi berhasil ditampilkan melalui browser tanpa mengalami error. Hal ini menunjukkan bahwa Apache Web Server telah berjalan dengan baik dan aplikasi berhasil diimplementasikan.

 

(Screenshot 1: Folder aplikasi di web server)


 

(Screenshot 2: Tampilan aplikasi di browser)


 

 

2. Konfigurasi Virtual Drive Storage dan Keamanan Direktori

Membuat media penyimpanan baru menggunakan Virtual Hard Disk (VHD) sebagai lokasi penyimpanan data.

Langkah-langkah :

1. Membuka Disk Management.

2. Membuat Virtual Hard Disk (VHD) berukuran 15 GB di Oracle VirtualBox.

3. Mengaktifkan dan menginisialisasi disk pada Disk Management.

4. Membuat partisi baru menggunakan sistem file NTFS.

5. Memberikan drive letter H:.

6. Membuat folder utama bernama 'valentt' pada drive H:

.

Hasil :

Virtual Drive berhasil dibuat dengan kapasitas 15 GB menggunakan sistem file NTFS, telah diberikan drive letter H:, dan berhasil dibuat folder utama bernama 'valentt' sebagai lokasi penyimpanan data.

(Screenshot Pembuatan Virtual Hard Disk 15 GB)


(Screenshot Penambahan VHD pada VirtualBox)


(Screenshot VHD berhasil terpasang)


(Screenshot Disk Management sebelum aktivasi)


(Screenshot  Disk Management setelah VHD aktif  ) 


(Screenshot Folder 'valentt' pada drive H: ) 


 

3. Analisis Migrasi dan Import Database MySQL

Melakukan pembuatan database dan mengimpor file database ke MySQL.

Langkah-langkah

1. Membuka phpMyAdmin.

2. Membuat database baru dengan nama [Nama Anda].

3. Memilih menu Import.

4. Memilih file jasa (.sql).

5. Menjalankan proses import.

6. Memastikan seluruh tabel berhasil masuk.

 

Hasil :

Database berhasil dibuat dan seluruh tabel berhasil diimport ke MySQL tanpa adanya error sehingga aplikasi dapat menggunakan database tersebut.


(Screenshot Hasil Import)



 

4. Perancangan Topologi dan Keamanan Password Menggunakan MD5

Meningkatkan keamanan autentikasi pengguna dengan mengenkripsi password menggunakan algoritma MD5.

 

Langkah-langkah :

1. Membuka phpMyAdmin melalui browser.

2. Memilih database yang digunakan.

3. Membuka tabel user.

4. Memilih data pengguna yang akan diubah, kemudian klik menu Edit.

5. Pada kolom password, memilih fungsi MD5 pada bagian Fungsi.

6. Memasukkan password baru pada kolom Nilai (contoh: 123).

7. Memastikan data lain tetap sesuai, kemudian klik tombol Kirim untuk menyimpan perubahan.

8. Melakukan login menggunakan password baru.

Hasil :

Password berhasil dienkripsi menggunakan algoritma MD5 dan aplikasi berhasil melakukan login menggunakan password yang telah dienkripsi.

 

(Screenshot mengganti pasword)


(Screenshot Login Berhasil)


5. Validasi Integritas dan Modifikasi Halaman Beranda

Melakukan pengamanan terhadap file website dengan mengatur hak akses pengguna melalui fitur Security Permissions pada sistem operasi Windows. Konfigurasi ini bertujuan untuk mencegah pengguna yang tidak memiliki izin melakukan perubahan, penghapusan, atau modifikasi terhadap file, sehingga keamanan, integritas, dan keaslian data pada website tetap terjaga serta meminimalkan risiko perubahan yang tidak sah.

Langkah-langkah:

1. Membuka folder website melalui File Explorer.

2. Memilih file yang akan diamankan.

3. Klik kanan pada file, kemudian pilih Properties.

4. Membuka tab Security.

5. Klik tombol Edit untuk mengubah hak akses pengguna.

6. Memilih Authenticated Users pada bagian Group or user names.

7. Memberikan pembatasan dengan mencentang Deny pada izin Write.

8. Klik Apply, kemudian klik OK untuk menyimpan perubahan.

 

Hasil :

File berhasil diamankan melalui pengaturan Security Permissions dengan membatasi izin Write pada pengguna Authenticated Users. Dengan pengaturan tersebut, file tidak dapat dimodifikasi oleh pengguna yang tidak memiliki hak akses sehingga keamanan dan integritas website lebih terjaga.

 

(Screenshot Pengaturan Security pada file)


 

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar